Sabtu, 04 Juli 2015

Wajah Provinsiku, Cermin Wisataku

Provinsi Jawa Tengah mempunyai banyak sekali obyek wisata. Untuk menuju ke tempat-tempat wisata tersebut kita tentu tidak bisa langsung sampai di sana, melainkan harus menyusuri jalan, sungai, atau tempat-tempat lain selama perjalanan. Kita akan merasakan dulu jalan yang dilalui nyaman atau tidak, melihat pemandangan sekitar bagus/tidak, mencium udara dan bau-bauan di sepanjang perjalanan segar dan harum atau tidak dan sebagainya. Jadi ketika kita berbicara tentang wisata di Jawa Tengah sebenarnya kita juga berbicara tentang Jawa Tengah itu sendiri secara keseluruhan. Kecintaan terhadap wisata tidak hanya diwujudkan dalam membangun obyek wisatanya saja, tetapi juga memperhatikan / membangun provinsinya. Misalkan saja suatu obyek wisata sudah dibangun dengan sangat bagus, tetapi di sepanjang perjalanan menuju ke sana banyak sampah menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap tentu juga akan membuat para wisatawan enggan pergi ke sana.

 Di bidang pengembangan wisata kita mengenal adanya Sapta Pesona. Sapta pesona adalah kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau negara kita, agar wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay) di suatu daerah serta memperoleh kepuasan atas kunjungannya. Sapta pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu : aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.




Jalan menuju pantai Jatimalang rusak

Sumber : Http://berita.suaramerdeka.com/akses-jalan-menuju-obyek-wisata-rusak/


Kenyamanan dan keindahan dapat menimbulkan kenangan yang indah, di mana KENANGAN merupakan salah satu dari 7 unsur sapta pesona. Di dalam industri pariwisata infrastruktur merupakan salah satu faktor penting. Sayangnya, masih ada beberapa jalan raya Jawa Tengah yang kurang baik, misalnya jalan di jalur Kutoarjo ke Cilacap, jalan di Brebes yang berbatasan dengan Cirebon Jawa Barat, jalan antara Kebumen-Purworejo, dan Jalur Lingkar Selatan Selatan (JLSS) atau biasa disebut Jalur Deandles. Jalur Deandles menghubungkan Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah) dan Wates, Kabupaten Kulonprogo (D.I. Yogyakarta). Di Jawa Tengah, jalur Deandles melintasi beberapa wilayah kabupaten seperti Purworejo, Kebumen dan Cilacap yang biasanya digunakan sebagai jalur alternatif dari Jawa Tengah menuju ke Jawa Barat. Sedikit banyak tempat-tempat wisata di daerah sana atau di sekitarnya pasti akan terpengaruh jika jalan-jalan tersebut rusak. Di Cilacap misalnya ada obyek wisata berupa pulau Nusa Kambangan, Teluk Penyu, kampung laut, Benteng Karang Bolong, dan Gunung Srandil; sedangkan di Brebes ada Waduk Penjalin, kebun teh Kaligua, dan Curug Puteri.



Taman Ganesha Sukowati Sragen digunakan sebagai tempat pacaran / mesum

Sumber: http://www.solopos.com/2015/07/03/mesum-di-sragen-waduh-taman-bunga-ganesha-jadi-ajang-mesum-620343?utm_source=dlvr.it


Tak hanya jalan, taman pun bisa menjadi sorotan. Taman Bunga Ganesha Sukowati misalnya, saat ini malah banyak digunakan sebagai tempat mesum. Longgarnya pengawasan membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu menjadi lokasi yang nyaman untuk pacaran. Tontonan ini tentu tidak sedap dipandang mata.

Hal lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah kondisi sungai-sungai di Jawa Tengah. Setidaknya ada 35 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Tengah yang kritis, 15 di antaranya adalah sungai besar yang penting bagi irigasi dan air minum. Kritisnya sungai-sungai ini disebabkan karena faktor pencemaran, penggundulan lahan hutan, sedimentasi dan kerusakan di hulu. Di Boyolali bahkan sungainya mengering. Kondisi ini sangat mengancam kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan kelangsungan makhluk hidup di sana. Oleh karena itu, perlu ditangani secara serius. Salah satu langkah yang diambil untuk mengurangi dampaknya adalah dengan menanami lahan-lahan yang kritis.

Selain kritis, banyak sungai di Jawa Tengah yang tercemar, tercatat ada 136 sungai. Pencemaran yang terjadi karena limbah industri dan limbah domestik ini membuat air sungai berubah hitam dan berbagai limbah di atasnya kerap dijumpai. Ada limbah bungkus deterjen, sampo, plastik, juga limbah lainnya. Selain penampakannya yang kurang baik, baunya pun sangat busuk. Di antara sungai-sungai yang tercemar termasuk di dalamnya sungai di Jalan Pantai Utara (Pantura) Demak, padahal di Demak diketahui terdapat berbagai obyek wisata menarik. Obyek-obyek wisata tersebut misalnya Masjid Agung Demak, makam Sunan Kalijaga, makam Raden Patah, wisata bahari Morosari, wisata Pantai Surodadi, dan bekas Stasiun Demak.

Di Kali Babon juga dijumpai tumpukan sampah. Tanggulnya pun banyak yang rusak parah karena tergerus, bahkan di beberapa titiknya mengalami longsor. Kerusakan DAS menggerus tanggul jalan. Saat intensitas hujan tinggi, aliran sungai bahkan menggerus lahan tegalan milik warga. Terkikisnya tanggul ini membuat masjid dan pemukiman warga terancam longsor.  

Sungai Banjir Kanal merupakan sungai lain yang ikut terkena dampak pencemaran, padahal sungai ini merupakan sungai terbesar di kota Semarang sebagai gabungan sungai Kreo, Garang, dan Kripik dari hulu di Kawasan Gunung Ungaran. Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini mengalami penurunan kapasitas alur sungai karena sedimentasi parah. Selain itu ada penyempitan bantaran sungai akibat bangunan liar dari jembatan Citarum sampai jembatan Kaligawe. Untuk mengatasinya diperlukan normalisasi, yaitu dengan meninggikan jembatan BKT dan pipa saluran air PDAM. Jembatan dan pipa yang terlalu rendah menyebabkan banyak sampah tersangkut dan kemudian menumpuk hingga menimbulkan kesan kumuh dan bau busuk yang menyengat. Langkah lain yang diambil sebagai upaya normalisasi adalah dengan menggusur ratusan kios dan toko di Sawah Besar. Kios-kios dan toko-toko tersebut merupakan bangunan permanen liar sehingga harus ditertibkan. Jika tidak ada halangan rencananya normalisasi Banjir Kanal Timur ini akan dimulai tahun 2017.

Selanjutnya adalah sungai legendaris Bengawan Solo. Di Sungai Bengawan Solo Purba di telaga Suling rencananya akan dilakukan pengembangan wisata terfokus yang bermuara di Pantai Sadeng. Selain akan dibangun waterboom, di sana juga akan dibuat satu paket wisata tradisional yang terdiri dari Pantai Srakung, Pantai Ngenyer dan Goa Pekalongan. Sayang, saat ini sungai Bengawan Solo termasuk di dalam daftar sungai-sungai yang tercemar di Jawa Tengah.

Kondisi jalan raya, taman, dan sungai ini menuntut tanggapan serius dari pemerintah, para pelaku industri, dan masyarakat. Wajah provinsi secara keseluruhan dapat menjadi cermin wisata di sana. Sebaliknya, wajah wisata pun bisa menjadi cermin provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, sebagai perwujudan rasa cinta terhadap provinsi Jawa Tengah pada umumnya dan rasa cinta terhadap wisata pada khususnya maka diperlukan kepedulian dan dukungan dari semua pihak untuk menuju Jawa Tengah yang lebih baik. Jika kondisi Jawa Tengah sudah baik, sedikit banyak citra wisata di sana akan terangkat. Terutama mengenai sungai, lebih dari sekadar untuk kepentingan wisata, air juga sangat vital bagi kehidupan.





Sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-gubernur-ganjar-ngamuk-lihat-jalan-di-jawa-tengah-rusak-parah.html
http://nasional.tempo.co/read/news/2015/04/20/058658978/jalan-moncrot-gubernur-ganjar-amat-malu-lihat-jawa-barat
http://www.tamankyailanggeng.com/p/sapta-pesona.html
http://www.nomadictrip.com/2015/03/daftar-tempat-wisata-di-cilacap-jawa.html
http://www.solopos.com/2015/07/03/mesum-di-sragen-waduh-taman-bunga-ganesha-jadi-ajang-mesum-620343?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
http://www.mongabay.co.id/2015/07/03/banyak-das-di-jawa-tengah-kritis-mengapa/
http://tempatwisatadaerah.blogspot.com/2014/11/daftar-tempat-wisata-di-kabupaten-demak.html
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/das-kali-babon-rusak/
http://citizen6.liputan6.com/read/835125/banjir-kanal-barat-ikon-baru-wisata-sungai-di-semarang
http://berita.suaramerdeka.com/banjirkanal-timur-mendesak-dinormalisasi/
http://metrojateng.com/2015/05/07/penuh-sampah-jembatan-banjir-kanal-timur-akan-ditinggikan/
http://metrojateng.com/2015/05/07/bkt-dinormalisasi-ratusan-kios-di-sawah-besar-segera-digusur/
http://www.sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-12143-bengawan-solo-purba-bakal-dipoles-.html



Jumat, 03 Juli 2015

Menanti Kelahiran R80, Mahakarya Indonesia

Impian BJ. Habibie beberapa tahun lalu sempat kandas dengan ditutupnya PT. Dirgantara Indonesia (dulu bernama IPTN). Penyesalan yang dalam muncul di hatinya menyayangkan akan terjadinya hal itu, padahal tidak semua negara mampu membuat pesawat sendiri. Pesawat N250 yang lahir tahun 1995 dan sempat jaya di masanya akhirnya hanya tinggal kenangan. N250 yang saat itu merupakan satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi “Fly by Wire” dan sengaja dipersiapkan hingga tujuan 30 tahun ke depan (tidak mengalami ‘Dutch Roll’ berlebihan). Pesawat canggih yang sempat ditanggapi sinis oleh bangsa kita sendiri, “Apa bisa bangsa Indonesia membuat pesawat sendiri?”. Sayang, proyek N-250 pada akhirnya dihentikan oleh International Monetary Fund (IMF) karena krisis ekonomi 1998. Presiden memutuskan agar industri-industri strategis ditutup, termasuk IPTN. Hal ini diduga karena bencana akibat krisis dan persaingan yang begitu kompetitif di luar negeri tak didukung modal kerja dari pemerintah dan pemegang saham.



Pesawat R80

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/13/385252/jokowi-janji-pesawat-habibie-jadi-proyek-nasional 


Kini, Habibie ingin membangun mimpinya kembali melalui PT. Regio Aviasi Industri, yaitu produsen pesawat yang didirikan dan sekaligus dimiliki olehnya. Rancangan terbarunya adalah pesawat R80 (Regio Prop 80), pesawat yang diharapkan mampu mengangkat pamor industri dirgantara nusantara setelah tenggelam hampir 17 tahun lebih. Dikatakan oleh Habibie bahwa pesawat ini secara desain dan mesin lebih efisien dan canggih daripada N250. Di Indonesia banyak terdapat bandara bertipe sedang dengan landasan pacu pendek, sehingga pesawat seperti inilah yang dirasa paling cocok di sini. Diharapkan alat transportasi ini bisa menjangkau hingga pulau-pulau terpencil di Indonesia. Untuk hal ini bahkan sudah dilakukan uji kelayakan selama 2 tahun di Amerika Serikat.

Adapun keunggulan dari pesawat ini adalah sebagai berikut:
·      Pesawat truboprop, yaitu pesawat terbang berbaling-baling.
Digerakkan oleh baling-baling sehingga kapasitas penumpang cukup banyak (80-90 orang)
·      Waktu berputarnya singkat
·      Kecepatannya lebih baik dibandingkan propeller yang ada saat ini. Diharapkan dengan kelebihan ini maka pesawat dapat menambah frekuensi perjalanan yang dilakukan.
·      Lebih ekonomis : murah dari segi harga, biaya pemeliharaan, dan irit bahan bakar.
·      Perawatan lebih mudah dibanding pesawat-pesawat produksi Amerika Serikat dan Eropa.
·      Menjangkau antarpulau atau provinsi di Indonesia.
·      Dapat dikendalikan secara elektronik (fly by wire).
Pesawat ini memiliki bypass ratio 40, lebih tinggi daripada Airbus atau Boeing yang hanya 12. Artinya, pesawat R80 tiga puluh persen lebih irit daripada Airbus atau Boeing. Semakin tinggi bypass ratio semakin cepat dan semakin irit bahan bakar.

R80 merupakan salah satu dari mahakarya Indonesia. Ia dikembangkan dari kegigihan, gotong-royong, dan kesabaran anak-anak bangsa. Pengerjaannya dilakukan oleh 50 ahli yang merupakan gabungan dari PT. Regio Aviasi Industri dan PT. Dirgantara Indonesia.

Pesawat ini memang sangat istimewa, ketika secara fisik belum dibuat bahkan sudah banyak maskapai yang memesannya, seperti Nam Air (100 unit), Kalstar (25 unit), dan Trigana Air (20 unit). Rencananya R80 akan diproduksi di dalam negeri. Pengembangannya membutuhkan dukungan finansial 50% dari pemerintah sehingga Habibie meminta bantuan Presiden Jokowi. Sisanya, 50% dari investasinya berasal dari swasta dan luar negeri hanya bisa cair jika dukungan pemerintah telah cair. Presiden Jokowi menyambut baik pesawat ini dan berjanji akan menjadikannya sebagai proyek nasional serta memproduksinya secara massal. Meskipun demikian, banyak rakyat Indonesia yang pesimis akan hal ini, mengingat proyek Esemka yang tidak jelas. Mereka takut R80 akan bernasib sama.

Saat ini pengerjaan R80 sudah memasuki fase akhir pengembangan dan diharapkan sudah bisa mengudara pada tahun 2019. Kita doakan saja pemerintah benar-benar mendukung proyek ini sehingga kelahiran R80 bisa sukses di tahun 2019 nanti! Mari kita nantikan R80 sebagai mahakarya Indonesia berikutnya!

Sumber:
http://tekno.liputan6.com/read/2213049/ini-keunggulan-pesawat-anyar-besutan-habibie
http://nasional.kompas.com/read/2015/04/13/15105701/Habibie.Minta.Jokowi.Bantu.Produksi.Pesawat.R80
http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/13/385252/jokowi-janji-pesawat-habibie-jadi-proyek-nasional
http://www.merdeka.com/uang/pemerintah-siap-dukung-produksi-massal-pesawat-r-80-milik-habibie.html
http://www.dream.co.id/news/mengupas-kehebatan-r80-pesawat-anyar-besutan-habibie-140912w.html
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/7/15/n4.htm

Minggu, 28 Juni 2015

Sepotong Kenangan dalam Sebungkus Ragi

Siang itu aku baru saja pulang mengajar. Seperti biasa, kukayuh sepeda melewati persawahan di dekat sana. Jalur itu sengaja kupilih karena merupakan jalan pintas.

“Dini...!” seorang pengendara motor memanggilku.

Dia berhenti sejenak, menungguku agar mencapai jarak yang sangat dekat. Dalam jarak sekitar 60 cm aku bisa mengenalinya sebagai Siti. Kami ngobrol sejenak di tepi jalan, sambil berdiri. Dari situ aku tahu bahwa dia tak lagi berjualan di pasar karena sakit ginjal. Penyakit itu membuatnya harus cuci darah selama beberapa waktu (opname), namun kondisinya sudah membaik saat kami bertemu. Memang ada yang berubah di wajahnya, wajahnya menghitam sebagaimana yang biasa ditemui pada orang yang sakit ginjal. Berbeda denganku, siang itu dia berangkat mengajar. Kami sama-sama mengajar di sekolah swasta, namun di sekolah yang berbeda. Dia mengajar untuk jenjang SMA sedang aku mengajar SD dan SMP. Sejak SMA aku mengenali teman dekatku itu sebagai wanita pekerja keras dan gigih. Dia duduk di depan bangkuku sehingga kami cukup akrab. Beberapa tahun berlalu dia masih tetap sama, baru saja pulih dari cuci darah dia langsung masuk kerja.

Bertemu dengan Siti mengingatkanku akan praktikum biologi SMP. Bapaknya pengusaha tempe sehingga aku bermaksud menanyakan tempat membeli ragi tempe padanya. Tak kusangka dia menawarkan padaku untuk membeli saja padanya. Esoknya, kakak mengabariku bahwa Siti telah datang ke rumah. Dia tak sempat bertemu denganku karena saat itu aku masih mengajar. Beruntung kakak telah membayar tunai harga raginya.
Beberapa waktu pun berlalu, di suatu Ramadan muncul kabar bahwa angkatan kami semasa SMA mengadakan buka bersama sekaligus reuni. Saat itu aku sedang di rumah, tepatnya di kamarku. Tiba-tiba aku teringat akan Siti. Kuraih HP dan segera mengirim pesan padanya. Biasanya SMS-ku selalu gagal, meski dia mengatakan nomernya masih aktif. Aneh, hari itu pesanku masuk. Pesan itu dibalas dengan dering HP-ku disusul dengan terdengarnya suara pria di seberang sana. Aku ragu untuk berbicara dan sempat berpikir salah sambung.


“Halo, halo, Mbak, Siti sudah tidak ada umurnya, sudah bulan (maaf lupa, seingat saya Februari) lalu. Saya jawab nanti takutnya Siti dikira sombong,” pria itu berusaha menjelaskan. Dia memperkenalkan dirinya sebagai kakak Siti. Bisa dibayangkan betapa terkejutnya aku. Jantungku langsung berdesir, rambut-rambut kecil di tubuhku juga langsung berdiri. Merinding rasanya. Selepas SMA aku pernah ke rumahnya beberapa kali, tapi sudah lama kami tak bertemu lagi. Pertemuan di jalan itu seolah-olah untuk berpamitan denganku. Tiba-tiba aku teringat akan betapa dekat jarak antara hidup dan mati. Maut bisa menjemput kita kapan saja, bahkan walau sesaat lalu kita berjumpa dengan orang tersebut. Sebungkus ragi itu adalah tanda perpisahan darinya untuk selama-lamanya. Siti, semoga arwahmu tenang di alam sana, di dalam naungan rahmat Allah dan ampunan dari-Nya.

Jumat, 26 Juni 2015

Review Website Tomodachi Photography

Momen-momen berharga begitu sayang untuk dilewatkan. Oleh karena itu, banyak orang berusaha mengabadikannya, salah satunya melalui foto. Apalagi peristiwa pernikahan, momen yang sangat sakral di dalam kehidupan seseorang. Niche inilah yang kemudian diusung oleh JJ. Haruki dan kedua temannya di dalam websitenya Tomodachi Photography. Secara tampilan web ini sangat sederhana dengan warna dasar putih. Pertama kali membuka web tersebut kita akan disuguhi dengan foto indah berukuran sangat besar. Foto ini beberapa menit kemudian akan beralih menjadi foto lainnya, begitu seterusnya. Pada bagian paling bawah beranda terdapat komunitas atau organisasi yang diikuti oleh sang fotografer.



Beranda Tomodachi photography

Dari beranda tersebut pemilik web berusaha untuk langsung menunjukkan karya-karyanya. Dari hasil foto-fotonya yang indah kemungkinan dia adalah seorang fotografer profesional. Sayangnya, secara pribadi saya kurang menyukai tampilan awal ini, walaupun beberapa web para fotografer profesional lainnya menggunakan tampilan semacam ini. Mungkin fotografer berniat untuk memajang karyanya dengan tampilan yang sangat jelas, tetapi gambar yang terlalu besar membuat loading sangat lama, sedang peralihan gambar yang terlalu cepat memusingkan saya serta menghambat saya untuk bisa mengamatinya secara detail satu per satu. Padahal, web ini saya akses melalui laptop, bagaimana jika diakses melalui smartphone?

Ketika membaca / mendengar kata “website wedding photography” ekspektasi saya adalah web yang mudah dibuka, lalu pada halaman muka akan ditampilkan foto-foto berukuran kecil yang bisa langsung terlihat semuanya. Foto-foto yang diam, bukan bergerak. Karena mayoritas web fotografer profesional lambat loadingnya dan atau kurang menarik, maka loading yang cepat (pemilihan desain yang tepat) adalah salah satu poin lebih bagi Tomodachi untuk memenangkan persaingan.

Pada halaman awal saya sarankan agar beberapa informasi bisa terlihat langsung, misalnya profil fotografer dan fotonya (about me), twitter yang bisa terlihat update-nya, award (jika ada, menurut saya lebih penting daripada mencantumkan bahwa fotografer adalah member dari berbagai komunitas fotografi), testimonial, foto terbaru (photo update), contact us, dan sebagainya. Untuk tampilan foto, saya lebih menyukai 2 alternatif ini:

1.      Tampilkan beberapa foto dalam ukuran kecil dan dalam keadaan diam.
2.      Serupa seperti nomer 1, tetapi di bagian atas foto terdapat simbol panah ke kanan dan ke kiri, sehingga foto bisa digeser secara manual dan bisa dihentikan sesuka hati kita.

Hal lain yang menurut saya tidak kalah penting adalah keramahan / humanisme. Seperti mayoritas website fotografi lainnya (terutama milik asing), website ini sangat kaku, tidak ada interaksi langsung dengan customer dan secara bahasa juga kaku (terlalu formal). Tampilkan sisi keramahan / humanisme fotografer dengan klien karena keramahan dan pelayanan termasuk faktor terpenting dalam pemasaran dan kepuasan konsumen. Mungkin bisa ditambah dengan interaktif dengan customer atau foto bersama customer dalam pose yang ramah, senyum, puas, dan bahagia.

Beralih pada menu-menu saya dapati hampir semua kategori di dalam web ini berbahasa Inggris. Dari sini muncul pertanyaan, apakah fotografer memang hanya menyasar orang asing (turis mancanegara) dan orang-orang Indonesia yang pandai berbahasa Inggris saja?

Sebagai website fotografi galeri foto merupakan salah satu hal terpenting. Pada galeri, terdapat 3 kategori, yaitu wedding, prewedding, dan family portrait.



Pada saat saya meng-klik salah satu kategori, kesan seperti saat membuka beranda muncul. Gambar-gambar yang ada di sana terlalu besar sehingga membuat loading lama dan sebagian gambar gagal tampil. Tiga kategori yang ada ini apakah sudah memenuhi kategori-kategori seperti yang tertulis dalam About Us di bawah ini:



Saya tulis ulang karena terlalu kecil:

"Tomodachi Photography is thus established to provide you with passion-driven photography service. We are so literally passionate about photography that we could provide you any life scenes. We photograph naturalistic, artistic, candid and story telling photos for wedding, pre-wedding/ engagement, modelling, portrait, events,maternity and family portrait based on your inquiries, in Bali, Lombok, Flores  Island, or other places in your convenience."

Sepertinya kurang banyak, bukan? Ataukah semua kategori foto selain wedding dan prewedding akan dikategorikan ke dalam family portrait? Oh ya, bagaimana dengan prosesi pernikahan? Apakah tidak lebih baik dicantumkan juga secara eksplisit ke dalam kategori-kategori tersebut?

Pada About Us, mengapa tidak diterangkan pula secara eksplisit apakah fotografer hanya menerima order pemotretan saja atau bisa sekalian order perekaman juga (video)? Bukankah biasanya pengantin sering menanyakan tentang hal itu?

Website Tomodachi Photography ini diasuh oleh tim beranggotakan 3 orang fotografer yang berbasis di Bali, Lombok, dan Flores, dan salah satunya tinggal di Jepang. Akan tetapi, mengapa ke-khas-an daerah-daerah tersebut tidak tampak pada contoh-contoh foto? Lalu sebenarnya fotografer ini tinggal di mana dan bagaimana teknisnya jika akan melakukan sesi pemotretan di suatu tempat tertentu? Misalkan saya tinggal di Sidoarjo, sedangkan ketiga fotografernya ternyata sangat jauh dari saya, dan saya tidak sedang ingin berfoto di Bali, Lombok, atau Flores misalnya. Maka dari itu, tolong diperjelas di mana keberadaan fotografer dan biaya-biayanya (contoh biaya transportasi, dll).

Terakhir, menurut saya akan lebih menarik jika ditambah menu Tema, Pilihan lokasi prewedding, Contoh foto dan harga (atau paket mungkin), serta Klien (beberapa saja dan contoh fotonya kecil saja). Berikan pula keterangan bahwa itu hanya alternatif, klien bisa mengajukan tema atau lokasi lain jika mereka sudah memilikinya.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya hasil-hasil foto dari tim Tomodachi Photography ini bagus kok dan bisa dijadikan sebagai referensi jika suatu saat Anda membutuhkannya.

 Tulisan ini  diikutkan di lomba review Tomodachi Pothography