Minggu, 21 April 2013

Rame-rame Beralih ke Jaringan 4G

          Teknologi semakin berkembang tak terkecuali teknologi telekomunikasi. Perkembangan teknologi telekomunikasi membuat beberapa negara berbondong-bondong beralih ke jaringan 4G, bahkan beberapa perangkat elektronik telah mengadopsi teknologi ini. Teknologi yang diklaim begitu wah dalam menggantikan jaringan sebelumnya ini ternyata beritanya sudah ramai sejak 2005, yaitu sejak pertama kali 3G hadir di Indonesia.

Sumber: Http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/04/11/ml3k8e-menyambut-datangnya-teknologi-4g

Apa itu jaringan 4G?

 
          Teknologi 4G adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler. Istilah 4G berasal dari bahasa Inggris: fourth-generation technology. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Istilah ini umumnya digunakan untuk menjelaskan pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan teknologi wireless dengan kecepatan tinggi. Didahului oleh teknologi 2G yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS, kemudian disusul oleh 3G dengan andalannya teknologi video call.

          Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan di mana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telepon yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang dioperasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.

          Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti WiFi (Wireless Fidelity) dan WiMax (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless access yang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya.


Komparasi antara 3G dan 4G

3G

          Teknologi 3G terbagi menjadi GSM dan CDMA. Teknologi 3G sering disebut dengan Mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang dapat dibawa ke mana saja. 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat, 384 Kbps untuk kondisi bergerak, dan minimal 2 Mbps untuk kondisi statik atau pengguna stasioner.

          Secara evolusioner teknologi 3G telah dikembangkan menjadi 3.5G melalui peningkatan kecepatan transmisi data dengan teknologi berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Teknologi 3G masih memiliki kelemahan, yaitu koneksi internet yang lambat serta tidak stabil.


4G

          Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G,meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknologi 4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G).

Penemu 4G 



http://blog.chung.web.id/2011/01/17/penemu-teknologi-4g-ternyata-orang-indonesia/


          Tahukah Anda bahwa penemu dari teknologi 4G adalah orang Indonesia? Dialah Profesor Khoirul Anwar, alumnus teknik elektro Bandung. Selama kuliah S1 sampai S3 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. Beliau adalah orang yang pertama kali menemukan, mengembangkan dan sekaligus pemilik hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan caumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Khoirul Anwar juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California.

          Papernya yang berjudul, “A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval” memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang. Dia juga mengenyahkan GI agar sinyal yang dikirimkan secara nirkabel kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Kemudian turbo equalizer akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi. Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

          Gagasan ini dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi hal ini bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.
Gagasan ini juga bisa diterapkan di Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang. Penemuannya adalah sebuah cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA). Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah serta fluktuasi daya berkurang. Pengurangan daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing menghasilkan kecepatan data yang meningkat. Dengan metode ini power bisa diturunkan sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya.

          Dari penemuannya itu penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan serta penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007 diraihnya.

          Saat ini, banyak negara mulai menggunakan teknologi 4G LTE. Hanya saja, di Indonesia, teknologi tersebut masih berupa wacana dan masih dalam pengembangan. Teknologi 4G sudah hadir di Indonesia dalam bentuk layanan Internet broadband nirkabel WiMax, sedangkan teknologi seluler Long Term Evoluiton (LTE) masih belum diatur regulasinya. Mengapa hal ini terjadi? Padahal teknologi ini ditemukan oleh orang Indonesia. Ternyata ada beberapa penyebab yang mendasarinya, di antaranya adalah:

a. Belum ditetapkannya spektrum frekuensi teknologi 4G.

          Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ridwan Effendi menjelaskan masih ada beberapa aturan yang mengganjal agar teknologi 4G atau LTE bisa segera diterapkan di tanah air. Aturan yang dimaksud adalah revisi Peraturan Pemerintah nomor 53/tahun 2000 tentang penggunaan spektrum dan Undang-undang nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi. Selama ini, belum ada spektrum atau frekuensi yang jelas untuk teknologi 4G atau LTE. Namun rencananya, pemerintah akan memakai frekuensi di 700 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz atau 2300 MHz. Saat ini 4G baru ada di sedikit kota saja dengan coverage yang terbatas.

          Senada dengan Ridwan Effendi, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) M. Budi Setiawan menyatakan bahwa UU No 36/1999 dan PP 53/2000 perlu diubah karena belum memuat regulasi tentang spektrum sharing, MVNO, pembagian infrastruktur, penggunaan spektrum yang fleksibel, dan masalah lainnya.

          Menkominfo, Tifatul Sembiring, pernah membuat pernyataan bahwa pemerintah berencana membuat regulasi 4G paling cepat akhir tahun 2013, karena regulasi 3G baru saja selesai. Rencana ini mendapat sambutan positif dari para operator agar bisa memenuhi permintaan akses data yang terus melonjak.

          Selain regulasi yang harus disusun untuk mendukung tersedianya broadband 4G, pemerintah masih menghadapi beberapa kendala lain terkait penyediaan spektrum. Padahal, di negara lain penambahan spektrum telah dilakukan dengan broadband yang bervariasi dan cukup besar. Spektrum 700 Mhz dinilai menjadi pilihan terbaik untuk kapasitas dan jangkauan penerapan teknologi LTE.

b. Masih banyak pelanggan telekomunikasi di Indonesia yang masih memakai perangkat ponsel dengan teknologi 2G.

c. Ponsel 4G masih terbatas. Masih mahalnya perangkat selular yang telah mendukung teknologi 4G menyebabkan ponsel 4G masih terbatas.

d. Penggantian teknologi di frekuensi yang sama akan menyebabkan perpindahanan layanan yang signifikan. Layanan pelanggan akan mati, waktu perpindahan juga lama, dan investasinya besar.

e. Perlu dana dan anggaran yang banyak untuk mewujudkannya. Mulai dari lisensi, biaya pengadaan kanal dan infrastruktur lainnya.

f. Generasi keempat nirkabel (4G) tak akan memperbaiki drop call, atau segudang masalah layanan lain yang ada, di samping bisa saja timbul masalah baru bagi pengguna yang melewati daerah yang tak memiliki cakup jangkauan jaringan 4G.

g. Sistem yang digunakan: dibutuhkan baterai yang lebih untuk mendukung layanan ini, dikarenakan harus menggunakan video call dan program lain yang boros baterai. Bahkan 4G lebih boros dari pada teknologi 3G yang selama ini kita gunakan.


Antara WiMax dan LTE

          Setidaknya ada 3 pengusung teknologi 4G, yaitu Longterm Evolution (LTE), Ultra Mobile Broadband (UMB) dan WiMax (Worldwide Interoperability for microwive access II. Namun dari ketiganya, UMB jarang sekali diulas di web berbahasa Indonesia (entah mengapa?), sedangkan LTE adalah kandidat terkuat yang dipercaya akan memberikan keuntungan baik bagi operator maupun kepada pengguna. Di sini saya hanya akan menjelaskan mengenai WiMax dan LTE.



a. WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access)

          WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. Sitra WiMax merupakan operator 4G pertama yang meluncurkan layanan 4G Wireless Broadband di Indonesia. Sitra WiMax adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang terbaru dari PT. Firstmedia Tbk. Untuk pertama kalinya, layanan WiMax (Wireless Interopability for Microwave Access) dioperasikan secara komersial di Indonesia pada 28 Juni 2010. Teknologi ini diwujudkan dalam HTC EVO 4G sebagai smartphone android Pertama dengan WiMax.

          WiMax merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses tinggi dengan jangkauan luas. WiMax merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Di samping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMax juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMax di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMax layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

          WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi. Yang membedakan WiMax dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMax merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

          WiMax Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax).

Teknologi 4G WiMax terdiri atas tiga bagian generasi,

- WiMax 16.d, atau sering disebut WiMax nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.

- WiMax 16.e, merupakan WiMax mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.

- WiMax 16.m, WiMax mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 1Gbps.

       
          Strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.

          Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless WiFi 802.11g WiMax 802.16-2004* WiMax 802.16e CDMA2000 1x EV-DO WCDMA/ UMTS Approximate max reach (dependent on many factors) 100 Meters 8 Km 5 Km * * Maximum throughput 54 Mbps 75 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps (10 MHz band) 3.1 Mbps (EVDO Rev. A) 2 Mbps (10+ Mbps for HSDPA) Typical Frequency bands 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 1900 MHz 1800,1900,2100 MHz Application Wireless LAN Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative) Portable Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband

          BWA WiMax adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMax menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMax juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMax dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.

          Pengembangan WiMax berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMax pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMax dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMax terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMax sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil.


b. LTE (Long Term Evolution)

 
          Istilah 3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu mendownload sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75 mbps. Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.

          LTE adalah teknologi yang didaulat akan menggantikan UMTS/HSDPA. LTE diperkirakan akan menjadi standarisasi telepon selular secara global yang pertama. Walaupun dipasarkan sebagai teknologi 4G, LTE yang dipasarkan sekarang belum dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhnya. LTE yang ditetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi organisasi ITU-R. Teknologi LTE Advanced yang dipastikan akan memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G. Ada 3 operator yang sudah tercatat melakukan uji coba teknologi LTE yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata.

          Strategy Analytics menegaskan, LTE akan mendominasi pasar modem seluler global pada 2014 karena pada saat itu LTE akan menguasai pangsa pasar global sekitar 42 persen. Modem-modem LTE itu akan ditanam pada berbagai macam gadget seperti notebook, netbook, dan tablet, sekaligus dijual secara mandiri sebagai modem seluler berkonektivitas USB. LTE semakin kuat karena mendapatkan dukungan lebih dari 100 operator seluler di dunia, termasuk sembilan dari sepuluh operator seluler terbesar di dunia. Dunia condong ke standar LTE karena LTE menjanjikan kecepatan dan kapasitas lebih besar daripada WiMax, guna mengimbangi lonjakan pertumbuhan lalu lintas data seluler. LTE pun menjadi bagian penting dalam upaya operator menyajikan layanan yang lebih hemat biaya sekaligus andal.

          Global mobile Suppliers Association (GSA) mengumumkan terdapat 412 operator di dunia berinvestasi untuk teknologi Long Term Evolution (LTE) di 125 negara. Dikutip dari Cellular News belum lama ini sebanyak 357 operator telah membuat komitmen untuk mengembangkan teknologi yang didengungkan sebagai 4G ini di 113 negara. Sedangkan sebanyak 156 operator telah mengkomersialkan layanan LTE di 67 negara. Diperkirakan pada akhir 2013 akan ada 244 layanan berbasis LTE yang akan komersial di 87 negara. LTE disebut-sebut sebagai teknologi yang paling tepat dari sisi ekonomi dan geografi.

          Berbagai kelebihan LTE dinilai menguntungkan operator dan juga pelanggan seperti kecepatan koneksi internet mobile, mampu memuat apa saja program dan aplikasi yang ada untuk disampaikan kepada pengguna, hasil berkualitas tinggi, bandwidth yang besar, kecilnya gangguan, sifat dasar LTE yang lebih cocok dengan jaringan GSM sebagai jaringan mobile yang dominan saat ini, performa jaringan yang lebih baik, meminimalkan pengeluaran bagi operator yang sudah memiliki jaringan 3G dan HSDPA, lebih efisien dari HSPA+, serta memiliki jaringan yang cukup luas dan layanan data broadband dalam skala besar.

          Keuntungan utama dengan LTE adalah throughput yang tinggi, latency rendah, plug and play, FDD dan TDD pada platform yang sama, pengalaman pengguna akhir ditingkatkan dan arsitektur sederhana yang mengakibatkan biaya operasional yang rendah. LTE juga akan mendukung melewati mulus ke menara sel dengan teknologi jaringan yang lebih tua seperti GSM, cdmaOne, UMTS, dan CDMA2000. Langkah berikutnya bagi evolusi LTE LTE Advanced dan saat ini sedang distandardisasi dalam 3GPP Rilis 10. LTE meliputi data berkecepatan tinggi, multimedia unicast dan servis penyiaraan multimedia. Selain itu LTE diperkirakan dapat membawa komunikasi pada tahap yang lebih tinggi, tidak hanya menghubungkan manusia saja tetapi dapat juga menyambungkan mesin.

          Banyaknya kelebihan tersebut tak membuat LTE bebas dari kekurangan. Kekurangan yang dimiliki oleh teknologi LTE antara lain adalah biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal. Selain itu jika jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal.

          Selain itu teknologi LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), teknologi yang memerlukan antena tambahan pada pancaran pangkalan jaringan untuk transmisi data. Sebagai akibatnya jika terjadi pembaruan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru.

          LTE telah mengalami beberapa perkembangan, hal ini merupakan sesuatu yang sangat cepat dalam perkembangan dunia teknologi, mengingat LTE merupakan langkah awal menuju perkembangan selanjutnya.

Berikut bebepa perkembangan yang terjadi pada LTE:


a. TD-LTE

 
          TD-LTE atau Time-Division LTE dikembangkan oleh China Mobile selama beberapa tahun terakhir. Tidak seperti jaringan LTE yang membawa dua sinyal terpisah untuk perjalanan data di kedua arah, TD-LTE menampilkan satu aliran yang dialokasikan upload dan download bandwith yang tergantung pada penggunaan data Anda. Akun ini merupakan untuk kecepatan data yang tinggi. TD-LTE juga mendukung dengan 4G WiMax dan sangat mudah untuk melakukan upgrade dari WiMax ke TD-LTE daripada LTE.


b. LTE Advanced


          LTE Advanced adalah evolusi lebih lanjut dari jaringan LTE saat ini yang membawa serta puncak teoritis kecepatan download 1 Gbps, peningkatan efisiensi spektrum hingga 3 kali lipat lebih banyak dari bandwith dan pengurangan latecy. Seperti upgrade dari HSPA menuju ke HSPA+, perubahan LTE menuju LTE Advanced merupakan langkah berikutnya untuk melakukan upgrade software. Hampir 44% komersial LTE berjalan di frekuensi 1800 MH. LTE 1800 dikembangkan di 43 negara dengan 69 jaringan. Kian derasnya pengembangan jaringan LTE di 1.800 MHz bisa menjadikan frekuensi ini sebagai salah satu andalan dan menjadi kunci untuk roaming internasional. Frekuensi lainnya yang popular untuk LTE adalah 2.6 GHz, 800 MHz, dan band 4 (AWS). Frekuensi yang potensial untuk LTE adalah di 700 MHz. Di Indonesia sendiri regulasi untuk LTE baru mulai digodok pada akhir 2013.

Manfaat 4G


1. Teknologi 4G menjanjikan untuk memberikan kecepatan lebih cepat, koneksi yang handal lebih besar, penggunaan internet halus, dan akses mudah.

• Anda bisa mendapatkan download sampai dengan 100 Mbps dari kecepatan, terutama untuk streaming data online, seperti klip video dengan youtube atau video berita dari CNN. Jadi ketika menggunakan YouTube, streaming video call, video, film, menjelajah web, unduh lagu, dan lainnya akan lebih cepat dan murah. Menurut Wikipedia, Jaringan 4G adalah sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau.

          Dengan shared server seperti wifi men-download dan streaming film bisa memperlambat seluruh jaringan dan makan kecepatan bandwidth yang berharga, sementara hal itu tidak akan layak menggunakan layanan mobile 3G. Dengan koneksi 4G dapat men-download dan menonton film di taman, di tempat umum, di mobil sekalipun dengan kecepatan dan kehandalan yang sama seperti jika Anda berada di rumah sendiri. Dan tidak perlu khawatir tentang perlambatan layanan saat melakukannya.

          Di Indonesia saat ini salah satu teknologi yang akan mendukung 4G ini adalah WiMax, dengan WiMax jaringan 4G akan semakin luas jangkauannya karena 1 node (titik) WiMax bisa menjangkau radius hingga 50 Km sehingga anda bisa online dengan laptop dengan fasilitas WiFi dimana saja dan yang lebih hebatnya lagi teknologi WiMax ini memungkinkan perangkat (HP dan Laptop) dibawa dalam keadaan bergerak dengan kecepatan 150 - 200 Km/Jam sambil melakukan transfer data pada kecepatan 54 Mbps. Yang lebih utama lagi teknologi ini akan jauh sangat murah dibanding teknologi nirkabel saat ini.

Layanan 4G adalah salah satu solusi yang paling efektif untuk jaringan internet di pedesaan karena lebih efisien dengan mendirikan 1 menara 4G untuk menyalurkan paket data kepada para konsumen. 4G 500 kali lebih cepat dari CDMA2000, kecepatannya 1Gbps di rumah atau 100Mbps ketika di luar.

Kecepatan internet tetap tinggi walaupun berada di dalam kendaraan atau terowongan

• Dapat menonton video dengan resolusi yang lebih tinggi, bermain game interaktif, mengunduh dan mengunggah file besar, video konferensi untuk bisnis, melihat situs berita dengan fitur multimedia, atau membaca buku elektronik yang sudah dikembangkan. Penggunaan video call akan lebih lancar dan tidak putus-putus bila dibandingkan dengan memakai teknologi 3G. Kemudian untuk fasilitas download, seperti download video akan lebih cepat dan lancar.

Peluang penggunaan IPTV serta aplikasi seperti internet banking dan telemedicine akan makin mudah dan cepat.


2. Bisa lebih real time 

          Jaringan 4G menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

• Diskusi jarak jauh dan teleconference

• Bayangkan misalnya berada di perjalanan ke tempat kerja dan menyadari bahwa harus menyelesaikan tugas kunci sebelum masuk kantor. Sekarang bisa online di kereta dan bus, menyelesaikan dan mengirimkan pekerjaan Anda dengan mudah seolah-olah sedang duduk di kantor sendiri.

• Pembelajaran jarak jauh

          Pemerintah telah menerapkan Jejaring Pendidikan Nasional dengan program pengembangan infrastruktur ICT untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah seluruh Indonesia. Jadi sekolah dapat menerapkan e-learning sebagai media pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan infrastruktur ICT. E-learning memungkinkan pelajar belajar di luar kelas dan tak terbatas oleh waktu dan tempat. VideoCall serta Teleconference juga dapat dilakukan dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan sebagai media diskusi jarak jauh, yang pastinya membutuhkan konektivitas jaringan yang cukup tinggi.

• Penyelenggaraan birokrasi pemerintahan makin efektif dan efisien

          Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat melalui e-government dan juga e-parliament membutuhkan teknologi tinggi. Kehadiran teknologi 4G yang mampu memberikan pelayanan data hingga 100 Mbps tentu akan membuat pelayanan interaktif e-government menjadi lebih baik. Misalnya, untuk rapat koordinasi melalui video conference. Dibandingkan dengan teknologi sebelumnya, dengan video streaming yang tersendat-sendat dan beresolusi rendah, saat ini video streaming dengan menggunakan teknologi 4G sudah berlangsung lancar atau high definition (HD) sehingga konferensi terus berjalan tanpa gangguan yang berarti.

          Sementara sistem e-parliament yang pada dasarnya diproyeksikan sebagai jembatan komunikasi dan informasi antara wakil rakyat dan rakyat sebagai wujud pengawasan terhadap pemerintah juga akan lebih berkembang dengan adanya teknologi ini. Dengan teknologi 4G yang berjangkauan luas, proses penyerapan aspirasi makin menyentuh lapisan masyarakat. Warga pelosok desa pun jadi lebih mudah menyalurkan aspirasi kepada para wakil di parlemen. Manfaat pengembangan teknologi 4G nantinya dapat dirasakan di berbagai bidang lain seperti bidang keamanan di mana sebagian besar persenjataan mulai dioperasikan melalui sistem komputer dan jaringan. Sedang di bidang bisnis, untuk melakukan transaksi online dapat dilakukan dengan mudahnya dengan adanya teknologi yang sangat mendukung. Begitu pula untuk bidang-bidang hiburan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, kesehatan, otomotif dan lain sebagainya.


3. Berbeda dengan layanan Wi-Fi dan 3G, 4G broadband selular tidak perlu ada hotspot atau router. Semua yang diperlukan adalah WiMax menara dalam jangkauan dan menara ini memiliki rentang yang sangat besar tak terduga.


4. 4G layanan nirkabel mungkin termasuk modem, netbook dan ponsel.

          Hotspot mobile 4Gdapat menawarkan koneksi nirkabel untuk beberapa perangkat, termasuk komputer, netbook, sistem game genggam, dan ponsel. Dengan teknologi 4G, pengguna dapat secara bersamaan men-download aplikasi besar untuk masing-masing perangkat juga. Sebuah netbook 4G bisa beroperasi mirip dengan laptop, tapi dengan memori yang lebih kecil dan drive yang lebih sedikit; itu mungkin menawarkan akses Internet cepat, download, dan real-time Web.


5. Lebih hemat

• Layanan 4G adalah salah satu solusi yang paling efektif untuk jaringan internet di pedesaan karena lebih efisien dengan mendirikan 1 menara 4G untuk menyalurkan paket data kepada para konsumen. Jadi, jika kota Anda diaktifkan untuk layanan ini masuk akal untuk mendapatkan koneksi broadband di manapun Anda pergi.

• Dengan 4G Anda tidak harus membayar untuk nomor telepon khusus, sehingga membuatnya jauh lebih murah.

• 4G juga sering setidaknya sebanding, jika tidak lebih murah, daripada layanan internet kabel.


6. Tidak perlu bergantung dengan adanya signal dari provider penyedia layanan ketika akan melakukan kegiatan berkomunikasi melalui pesawat telepon. 


7. Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. 

          Teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali. Dengan teknologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon. Bagian besarnya akan dilakukan menggunakan URL. Kita tidak lagi perlu bergantung pada nomor telepon yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet-telepon. Infrastruktur internet telephony memungkinkan kita untuk menyelenggarakan sendiri banyak hal tanpa tergantung lisensi pemerintah dan tidak melanggar hukum. Teknologi 4G juga akan menyebabkan kemunduran bagi teknologi Internet Network (IN) yang saat ini merupakan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan berbagai provider. Hal tersebut disebabkan terbukanya jalur arus bawah yang dapat didownload dan diakses gratis dari internet.

Dampak negatif 4G


1. Tagihan berpotensi membengkak


          Para ahli memperingatkan, nirkabel yang lebih cepat bisa menyebabkan konsumsi data meningkat. Artinya, potensi tagihan akan menjadi lebih besar. Generasi keempat nirkabel bisa 10 kali lebih cepat dari generasi ketiga nirkabel (3G). Jika membeli program berbasis kecepatan tinggi, dan Anda terlalu sering menggunakannya, Anda akan mendapat lebih banyak tagihan.


2. Efek drop call tetap ada, jangkauan dan kecepatan lambat di waktu puncak.


          Bagi pengguna jaringan 4G baru, dipastikan akan merasa tak nyaman saat keluar dari zona cakupan 4G. Pada Verizon, operator ini tak berencana memasukkan jaringan teleponnya ke jaringan 4G dan menggunakan jaringan 3G sebagai gantinya. Hal tersebut bisa menyebabkan drop call bagi pengguna yang keluar dari zona cakupan 4G. Dalam hal akses umum, konsumen mengaku lag yang cukup besar saat beralih dari dua jaringan ini.


          Verizon mengaku, beralih dari 4G ke 3G merupakan hal otomatis namun tidak sebaliknya. Proses harus dilakukan secara manual dan hal ini bisa menguras baterai. Meski operator mengagungkan manfaat 4G, para ahli mengatakan, pada 2015, hanya 5% pengguna internet mobile masuk jaringan berkecepatan tinggi.


3. Munculnya kesenjangan sosial 


          Ponsel 4G tidak merakyat dan cenderung hanya dapat dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Sehingga dapat menimbulkan kerenggangan atau gap yang lebih nyata dalam masyarakat.


4. Mengurangi sifat sosial manusia


          Berbagai kemudahan di dalam 4G dapat mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh HP, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun. Memang akan menjadi lebih mudah tetapi orang akan lebih tidak peduli dengan rasa sosial.


5. Meningkatkan sifat konsumtif 


          Masyarakat akan berlomba – lomba memanfaatkan teknologi 4G tanpa tahu manfaatnya secara rinci, melainkan sebatas pemenuhan gaya hidup.


6. Rawan penyimpangan


          Teknologi yang semakin canggih pada 4G rawan disalahgunakan untuk berbagai hal yang tidak baik. Jika 4G dapat membantu banyak hal yang positif, hal yang negatif pun demikian. Maka perlu upaya ekstra agar hal-hal yang tidak diinginkan tersebut dapat dihindari/diminimalisir.



Perkembangan 4G di Dunia


          Dalam adopsi LTE, The Global Mobile Supplier Association (GSA) mencatat per 8 Januari 2013, ada 145 jaringan LTE yang sudah komersial di 66 negara. Sementara yang sudah mulai investasi, ada 381 operator di 114 negara. GSA memperkirakan akan ada 234 jaringan LTE yang komersial hingga akhir tahun 2013 di 83 negara.

          Saat ini beberapa operator selular sedang mempersiapkan jaringan LTE (Longterm Evolution) sebagai pengusung teknologi 4G mereka. Operator seluler GSM dan CDMA sudah mengambil ancang-ancang beralih ke teknologi 4G. Selain itu, mereka juga mempersiapkan berbagai layanan inovatif yang memiliki konektivitas teknologi LTE untuk mengakses berbagai konten dan aplikasi.

          Di pihak vendor ponsel, ada Nokia, LG dan Samsung yang sudah menggunakan 4G LTE sejak tahun 2010. Contoh produk Samsung yang sudah 4G adalah samsung Galaxy Express. Sampai Oktober 2011, dari 35 jaringan LTE yang sudah beroperasi komersial, 11 di antaranya disediakan oleh Huawei.

          Ada banyak perangkat yang dapat memanfaatkan jaringan 4G, misalnya sistem laptop, kamera digital, portable DVD Player, konsol video game, ponsel, smartphone, koneksi internet 4G di pesawat dan mobil, dan lain-lainnya. Tak heran jika banyak negara berlomba mengadopsinya, termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand.



Pro-Kontra Kesiapan Indonesia Menyongsong 4G 

a. Pro 4G

          Di Indonesia, pelanggan mobile telah melampaui jumlah penduduknya. Ini berarti satu orang mempunyai lebih dari satu handset yang tersambung pada internet. Namun, perbandingan dari tahun ke tahun mendapati bahwa pendapatan operator dari layanan suara menurun. Sebaliknya, layanan data meningkat hingga 38,2 persen pada 2012. Berdasarkan data dari Frost & Sullivan pada riset terbarunya, di Indonesia sendiri peluang pasarnya masih terbilang cukup besar. Penetrasi SIM card di Indonesia pada 2012 mencapai 119,9 persen yang diperkirakan akan meningkat hingga 114,1 persen dalam tiga tahun ke depan.


          Jumlah smartphone yang kian banyak dimiliki masyarakat juga menuntut para operator selular agar bisa memberikan layanan yang lebih maksimal lagi, yaitu layanan mobile data yang lebih cepat, kualitas data trafik yang bagus dan kapasitas lebih besar. Kesemuanya itu dibutuhkan untuk penggunaan data oleh pelanggan mobile broadband yang terus meningkat. Penggunaan yang dulu hanya terbatas email, chatting, dan browsing, sekarang sudah ke arah video dan cloud-based services.


          Cloud computing/cloud-based services merupakan sebuah sistem di mana aplikasi, data, dan resource lainnya yang dibutuhkan disimpan pada sebuah server yang digunakan oleh banyak user bersama-sama. Cloud computing merupakan salah satu konsep yang menarik, dikarenakan user dapat bergantung sepenuhnya kepada internet untuk memenuhi kebutuhannya dalam penggunaan media digital.


          Saat ini pengguna ponsel yang menggunakan jaringan 2G jumlahnya semakin menurun. Jumlah jaringan yang sudah ditambah frekuensinya pun semakin lama tak bisa lagi mengakomodasi kebutuhan para pelanggan. Inilah saatnya teknologi terbaru jaringan harus segera diaplikasikan, yaitu jaringan 4G.



b. Kontra 4G

          Pihak yang kurang mendukung 4G mempertimbangkan apakah tingginya permintaan sebanding dengan peningkatan ekonomi dan munculnya lapangan kerja baru. Jika skala ekonominya sudah bisa tercipta, tentunya Indonesia siap untuk masuk dalam ranah 4G. Teknologi 4G sudah hadir di Indonesia dalam bentuk layanan Internet broadband nirkabel WiMax, sedangkan teknologi seluler Long Term Evoluiton (LTE) masih belum diatur regulasinya.


          Qualcomm menilai bahwa belum saatnya Indonesia melakukan migrasi ke jaringan seluler 4G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE). Sebab dari sisi teledensitas, penetrasi 3G masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Penetrasi 3G di Indonesia baru 30%, tak seperti di Malaysia dan Singapura yang sudah hampir 100%. Dengan terus teredukasinya masyarakat akan manfaat 3G seiring pertumbuhan demand layanan data, maka dalam waktu 2-3 tahun ke depan diharapkan penetrasi 3G akan menembus 50% populasi penduduk Indonesia.


Benarkah Indonesia sudah membutuhkan 4G untuk saat ini?

 
          Jika berkaca dari Srilanka, maka kita perlu melihat kesiapan ini secara menyeluruh. Srilanka sebagai negara pertama di Asia Selatan yang menjalankan teknologi 4G dan telah lama menikmati 3G saja teknologi ponselnya masih didominasi oleh 2G. Di Indonesia pun terjadi hal serupa di masa lalu, yaitu ketika teknologi 3G masuk ke Indonesia, ternyata 2G masih dipilih untuk mengakses data. Kebutuhan akan 3G baru terjadi justru tiga tahun belakangan ini seiring perangkat ke konsumen dan aplikasi yang makin murah. Hal ini menyebabkan Indonesia masih memelihara jaringan 2G, dan baru beberapa tahun ini memacu 3G. Pelajaran ini juga bisa dipetik agar pengalaman yang sama tidak terulang pada LTE.


          Begitu pula dengan WiMax yang di tengah jalan kebijakan diubah karena perkembangan teknologi, maka untuk adopsi LTE semua hal dari soal kebijakan alokasi spektrum frekuensi, standardisasi, kesiapakan vendor, operator serta masyarakat dalam menggunakan LTE nantinya, perlu dikedepankan.


          Dalam penentuan frekuensi, hingga saat ini belum ada kepastian kebijakan, dimana LTE akan dialokasikan. Penentuan frekuensi juga akan berimplikasi terhadap standardisasi. Apalagi, sejak adopsi 3G, ada kebijakan terkait tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Sehingga, perlu dirumuskan mana yang akan jadi TKDN dalam LTE. Adopsi WiMax memberi pelajaran cukup soal TKDN di sisi CPE dan base station. Standardisasi juga penting agar isu interoperabilitas dapat berjalan tanpa kendala.


          Ekosistem juga perlu melihat bagaimana kesiapan vendor terkait alokasi frekuensi yang dipilih, dari BTS hingga perangkat di sisi pengguna, baik itu ponsel, tablet maupun modem/dongle untuk akses data.


          Sementara bagi operator, perlu dielaborasi strategi adopsi teknologi para operator ke depan, termasuk menjawab kapan saat yang tepat untuk adopsi LTE. Soal kapan ini juga penting, karena hal itu juga terkait kesanggupan operator menyediakan anggaran mengganti jaringan ke LTE serta membayar biaya pengguna spektrum. Ini penting, sebab untuk blok tambahan 3G saja, setelah ditentukan sebagai pemenang seleksi, Telkomsel dan XL masing-masing diwajibkan membayar Rp. 615,87 Miliar hanya untuk 5 MHz. Padahal, untuk LTE setidaknya dibutuhkan minimal 15 MHz bahkan 20 MHz.


          Peran pengguna juga tidak bisa diabaikan dalam ekosistem. Sosialisasi dan edukasi amat sangat diperlukan. Upaya memberikan pengertian untuk memanfaatkan layanan data, suara maupun teks secara CETAR (CErdas, TAhu waktu dan Rasa bertanggung jawab) diperlukan di sini. Perkembangan teknologi harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian, lebih mencerdaskan, dan hal positif lain. Membangun konten-konten lokal yang baik dan dibutuhkan masyarakat juga diperlukan dalam ekosistem. Agar kita tidak hanya jadi pasar membeli konten import, mencari informasi dan download aplikasi luar negeri, tapi juga membangun, menciptakan, meng-upload, hasil karya anak negeri agar dapat tersebar luas ke luar negeri.


          Jika ekosistem siap, barulah saatnya ditentukan apakah LTE akan diadopsi dan kapan waktu yang tepat mengadopsinya.


*Diolah dari berbagai sumber internet. 


Http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX
Http://majalahict.com/berita-410-kadin-desak-teknologi-4g-segera-diadopsi.html
Http://inet.detik.com/read/2013/03/27/182608/2205561/328/3g-belum-optimal-indonesia-belum-saatnya-4g-lte
Http://www.indotelko.com/kanal_global?it=Sri-Lanka-Operasikan-4G
Http://www.indotelko.com/kanal_rumors?it=Wow-Telkomsel-akan-Uji-Coba-LTE-di-4-Kota-Besar
Http://www.wokeey.com/comments/index...ff9e54000000/2
Http://tekno.kompas.com/read/2012/07/10/15134216/Terganjal.Frekuensi..4G.Belum.Bisa.di.Indonesia
Http://tekno.kompas.com/read/2011/12/27/13162769/ini.dia.4.skenario.4g.di.indonesia.
Http://inet.detik.com/read/2013/03/13/143212/2192852/328/regulasi-4g-digodok-paling-cepat-akhir-2013
Http://id.wikipedia.org/wiki/4G
Http://www.indotelko.com/kanal_global?it=LTE-Komersial-di-156-Operator
Http://www.pewarta-indonesia.com/inspirasi/opini/3821-manfaat-teknologi-4g-bagi-percepatan-pembangunan-kawasan-perbatasan.html
Http://id.prmob.net/3gpp-evolution-jangka-panjang/expresscard/juniper-research-1452370.html
Http://id.wikipedia.org/wiki/LTE
Http://WEB-INF.prmob.net/views/ltr/article.jspx
Http://www.digilib.bit.lipi.go.id/home/view_berita.php?bid=40&bcid=3&bstatus=Y
Http://aprabaswara.wordpress.com/2010/12/31/teknologi-4g/
Http://uniekenshi.blogspot.com/2011/10/pengaruh-teknologi-4g.html















































































































9 komentar:

  1. Gan, Hebat gan. anE suka artikelnya. Soalnya, Ane jg masih blm paham sama LTE. Dari artikel JARINGAN LTE ini, pelan pelan anE bisa tahu "apa itu jaringan LTE". Great content, ... :)

    BalasHapus
  2. tulisannya keren banget gan......

    BalasHapus
  3. Azib. Jadi yang murah dan siap migrasi tanpa pembelian kanal adalah smarfren slogan LTE Advance. Maaf gan promo. :D

    BalasHapus
  4. Mantap penjelasannya......:)

    BalasHapus
  5. mantaps gan .sering sering post yang seperti ini

    BalasHapus