Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Puisi : Desaku kini



Hamparan hijau indah membentang

Burung pipit bertengger riang

Sejauh mata memandang

Hatiku merasa damai dan tenteram

Boneka petani menari-nari

Gemerincing lonceng pun sahut-menyahut

Terbanglah kerumunan pipit

Berhamburan menghias angkasa

Hijau itu kini berkurang
Berganti gedung tinggi menjulang
Begitu rapat
hampir tanpa sela

Jalanan itu menjadi padat
Kendaraan yang beriringan
Saling berpacu tak mau kalah
Berebut menjadi yang terdepan

Bising....Bising...
Suara itu pekakkan telinga
Tak lagi hening
Syahdu pun hilang

Jumat, 24 Agustus 2012

Puisi Disabilitas

GELAP

Bumi berotasi
Malam pun berganti pagi
Namun bagiku malam tak pernah berlalu
Gelap tak kunjung sirna
Hanya hilangnya sang mentari sebagai penanda
Teriknya sang surya tak lagi kurasa
Alam pun terdiam, dingin, dan tenang
Itulah malam yang sebenarnya
Bukan hanya malamku,
Yang kurasa sendiri sepanjang hari
Di kesunyian yang kuresapi

Terkadang langit menangis
Bumi pun basah
Hujan tak terprediksi
Kadang malam, kadang pula pagi
Namun tahukah engkau bahwa aku mengerti
Kapan malam, kapan pula pagi
Tuhan Maha Adil, bukan?
Untuk kaum-kaum seperti kami

Senin, 27 Juni 2011




Anda ditimpa kesulitan hidup? Tidak semangat?
Anda tidak sendiri, ingatlah bahwa Allah Maha Dekat. Segera beli buku "Allah Sang Maha Dekat" dan rasakan bahwa semangat hidup dan harapan Anda akan tumbuh setelah membacanya, Insya Allah.

Buku ini berisi tentang kisah-kisah nyata orang lain yang telah berhasil melalui kesulitan hidup mereka. Tak ada yang tak mungkin bagi Allah, maka...JANGAN PERNAH BERPUTUS ASA.

Info buku:
Penulis: Dini Nuris Nuraini
Penerbit: Mizania (Grup Mizan)
Tebal: 219 halaman
Dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota Anda atau telepon ke distributor Mizan: (022)7815500
Website Mizan: www.mizan.com

Istri atau Pelacur?

Sejak Nur kuliah di semester 5, dia sudah sibuk mencari jodoh. Salah satu pengalaman yang dibaginya adalah tentang kenalannya dari kolom biro jodoh di Koran.

Saat itu Nur membaca nama seseorang di koran. Pada data yang tertulis tercantum pula nomer hp pria tersebut. Tak seperti pria-pria yang dimuat sebelumnya, pria ini memakai nomer hp pribadi. Jadi orang ini mencari jodoh sendiri, tidak melalui biro jodoh. Membaca kriteria yang dicari, Nur ingin mencoba. Namun, data pencari jodoh tersebut tidak lengkap, umumnya tidak diketahui.

“Tidak apalah, nanti juga bisa tanya langsung melalui hp-nya,” pikir Nur.
Nomer-nomer hp pun dipencet, berharap siapa tahu mereka berjodoh. Ketika pesan balasan masuk, jantungnya serasa copot. Dia tertegun seakan-akan sulit bernafas.

“Nama saya Edy, umur 50 tahun, tinggal di kota X, di pesantren Y. Tinggi 170 cm, berat badan 60 kg, kulit putih. Kalau kamu mau dengan saya kamu datang saja ke kota X, saya akan nikahi siri kamu. Setiap bulan kamu datang ke sini untuk melayani saya, saya akan beri kamu nafkah 200 ribu.”

“Astaghfirullaahaladhiim….50 tahun? Nikah siri? 200 ribu? Yaelah uang 200 ribu sebulan dapat apa buat rumah tangga? Mana harus mendatangi pula. Benar-benar mirip wanita panggilan. Terus diambil apanya coba laki-laki seperti itu?”, batin Nur.

Nur berusaha membalas SMS tersebut baik-baik.
“Maaf Pak, saya tidak bersedia. Silakan Bapak cari yang seumuran dengan Bapak dan mau seperti itu.”

Nur geleng-geleng kepala, dia kan masih berumur dua puluhan tahun. Mimpi apa kenalan dengan orang seperti itu. Pakai membawa-bawa pesantren pula, membuat jelek nama pesantren.

Beberapa hari kemudian Edy SMS lagi.
“Apa Miss V mu sudah laku?”, tulisnya.

“Ya Allah kurang ajar banget orang ini, pengen kucakar rasanya. Kalau orang Jawa bilang bikin muntab (mengatakan membuat marah besar). Nggak sopan banget gitu loh,” hati Nur memanas.

“Maaf pak, tolong jangan ganggu saya. Terimakasih,” balas Nur.
Syukurlah Edy error itu tidak SMS lagi. Beruntung keganjilan itu diketahui sejak awal, sehingga akibat buruknya tidak berlarut-larut. Dunia maya memang penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui dan seringkali mengejutkan, namun setiap peristiwa adalah pelajaran hidup. Selalu belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.




Bagi yang ingin ikut lomba ini, ini link-nya:

http://putrilan9it.multiply.com/journal/item/196

Sabtu, 17 Juli 2010

CARA MENEMUKAN INSPIRASI

CARA MENEMUKAN INSPIRASI

Inspirasi terkadang muncul tanpa diduga karena itu bawalah selalu alat tulis kemana-mana. Jangan biarkan ide tersebut hilang begitu saja karena Anda lupa. Tangkaplah dengan mencatatnya segera setelah ide itu muncul. Namun adakalanya Anda begitu sulit menemukan ide tentang sesuatu hal. Nah jika hal itu menimpa Anda cobalah cara-cara berikut ini:
1. Perluas pergaulan, bergaullah dengan bermacam-macam orang
2. Tekuni hal-hal yang baru, tekuni kursus baru, dll
3. Ambil rute baru
4. Baca bacaan baru, ganti Koran/majalah Anda
5. Tonton acara yang tidak biasa Anda tonton
6. Belajar hal-hal yang baru
7. Bergabung dengan grup baru, diskusi tentang topik baru, dll
8. Berpikiran terbuka, apa yang diyakini benar di masa lalu belum tentu merupakan kebenaran yang sesungguhnya (ilmu semakin berkembang)
9. Rileks/refreshing, dalam keadaan rileks ide bisa saja muncul
10. Bayangkan Anda adalah orang yang serba bisa yang menjadikan segalanya menjadi “mungkin” terjadi (berimajinasi), jangan disensor dulu apa-apa yang muncul pada saat itu hanya karena Anda menganggapnya mustahil.
11. Brainstorming (curah gagasan)
12. Perhatian penuh: mengamati, mendengarkan, benar-benar hadir di situ pada saat itu sebagai satu kesatuan yang utuh (jadi sinkron antara pikiran, perasaan, indra, dan tubuh seluruhnya).
13. Ubah tata letak dan dekorasi kamar/ruang kerja Anda. Perubahan tata letak mungkin bisa membuat lebih fresh dan memperbaiki suasana hati Anda. Dalam keadaan suasana hati yang baik (tidak stress) peluang untuk munculnya ide lebih besar.
Beberapa hal di atas mungkin bisa membantu Anda untuk lebih mudah mendapatkan inspirasi. Semoga ada manfaatnya, dan…..Selamat mencoba

BERSIKAP TENANG DALAM MENGHADAPI KRISIS KEHIDUPAN

BERSIKAP TENANG DALAM MENGHADAPI KRISIS KEHIDUPAN

Pernahkah Anda mengalami suatu masa di mana masalah datang bertubi-tubi dan Anda merasa begitu tak berdaya? Jika ya maka itu tandanya Anda sedang mengalami suatu keadaan yang disebut sebagai nervous breakdown.
Berikut ini adalah beberapa cara yang diajarkan oleh Recovery Inc kepada anggota-anggotanya jika mengalami keadaan tersebut:
1. Lemaskanlah otot-otot tubuh Anda dan alihkan pikiran Anda
Setelah Anda tenang secara fisik dan mental kembalilah kepada masalah yang dihadapi. Lakukan analisa singkat apa sebenarnya masalahnya. Walaupun pada saat itu Anda belum sanggup mengendalikan arus perasaan hati Anda, pada saat tenang kembali itu jalan pikiran Anda telah membaik dan Anda pun telah mampu mengendalikan letupan-letupan emosional yang terjadi pada diri Anda.
2. Gejala-gejala orang yang cemas tampaknya berat tetapi tidak akan membahayakan jiwa. Kadang-kadang orang yang sedang kalut merasa seolah-olah lehernya tercekik sehingga sulit untuk bernafas. Pada keadaan seperti itu ingatkanlah diri Anda sendiri bahwa ini hanyalah salah satu bentuk gejala orang yang kalut.
3. Hadapilah masalahnya
Ketika masalah utama telah terpecahkan maka masalah-masalah yang menyertai (termasuk gejala-gejala psikis yang dialami) akan menghilang.
4. Upayakan untuk selalu bersikap dan bertutur kata yang sopan
Sopan santun membuat perasaan lebih baik. Berusahalah untuk tetap mengendalikan sikap dan tutur kata Anda di saat perasaan hati Anda kurang baik. Tingkah laku dan perkataan yang kasar dapat menyakiti hati orang lain/menimbulkan masalah baru. Jangan Anda menganggap biasa karena Anda sedang marah/mengalami kekacauan emosional, lalu Anda berharap orang lain akan memaklumi Anda. Rasa sakit di dalam hati itu sulit sekali sembuhnya. Lagipula jika kita terbiasa melakukan/mengatakan sesuatu yang tidak sopan/kasar/buruk lama-kelamaan hal itu bisa menjadi karakter bagi kita, dan kita tidak sadar lagi bahwa kita terus-menerus melakukannya.
5. Jangan mendramatisir kesedihan hati dan penyesalan, dan jangan menyalahkan orang lain. Fokuslah pada masalah utamanya.
6. Biasakanlah untuk selalu berpola pikir bahwa Anda hanyalah orang biasa, orang yang dapat berbuat salah. Janganlah takut untuk mengakui kesalahan. Yang paling penting adalah melatih diri Anda untuk mengalami sendiri bahwa suatu kesalahan kecil yang Anda lakukan tidaklah akan menghancurkan seluruh sisa kehidupan Anda. Asalkan kita segera bangkit dan melakukan perbaikan-perbaikan di dalamnya.

BAB/BAK DI MASJID, ASTAGA….?

BAB/BAK DI MASJID, ASTAGA….?

Ini adalah kisah ketika saya mengikuti suatu kegiatan di masjid, pertama kalinya saya datang ke masjid tersebut. Kehadiran saya yang terlalu awal+kegiatan yan molor dari jadwal semula membuat saya punya kesempatan untuk berbincang sedikit dengan sekretariat dan orang-orang di sana. Dan saya pun terkejut ketika Bapak tersebut bercerita bahwa ada orang yang “meninggalkan sesuatu” di masjid (baca: BAB/BAK) tetapi tidak mau bertanggungjawab, sehingga pagar masjid ditutup. Untuk dapat sholat atau melakukan aktivitas lain di masjid harus menghubungi penjaga masjid terlebih dahulu. Saya berpikir,”Kok ada ya orang seperti itu?” apa karena listrik masjid tidak menyala sehingga tidak ada airnya? Mau ibadah saja kok repot. Saya ingat bahwa pernah ada seseorang yang bercerita tentang rumahnya yang jika ditinggalkan maka akan membuat seseorang melakukan “sesuatu yang tidak bertanggungjawab” di rumah tersebut, tapi itu kan rumah biasa. Lha ini masjid gitu lho, rumah ibadah? Kok bisa-bisanya? Saya juga ingat tentang kisah di masa Rasulullah bahwa ada seseorang yang BAK di masjid (tapi maaf lanjutannya lupa…), yang jelas bukan suatu dalil yang memperbolehkan BAB/BAK di masjid tanpa disiram lho ya! Cuma untuk menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan hadits itu harus sangat berhati-hati, sebab kalau tidak maka secara sadar ataupun tidak bisa mengubah isi/maksud yang sesungguhnya dari hadits tersebut. Yah semoga saja oknum-oknum tersebut segera sadar dan kembali ke jalan yang benar. Amin.

CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BAIK

CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BAIK

Hidup dipenuhi dengan pilihan-pilihan yang mengharuskan seseorang untuk memilih. Terkadang kita memilih (memutuskan) sendiri dan terkadang kita dipilihkan/menuruti pilihan orang lain. Memilih menu hari ini, memilih teman, memilih pekerjaan, memilih pasangan hidup, dsb. Hal yang sangat penting sehubungan dengan pengambilan keputusan adalah penerimaan konsekuensi. Jika kita memilih A maka konsekuensinya “ini” dan jika kita memilih B maka konsekuensinya “itu”. Tak seorang pun yang akan selalu “jitu” dalam menentukan pilihan-pilihan dalam bersikap, namun ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperkecil kesalahan dalam menentukan pilihan ini:
1. Tetapkan apakah hal itu termasuk keinginan/kebutuhan, mendesak/penting, bisa ditunda/tidak.
2. Apakah ada alternatif yang lebih baik?
3. Tinjaulah tujuan hidup Anda, sesuai/tidak? Lalu putuskan berdasarkan skala prioritas.
4. Seberapa penting hal ini bagi Anda? Bagaimana akibatnya jika Anda melakukannya? Bagaimana akibatnya jika Anda tidak melakukannya? Bagaimana cara Anda mengatasi/mengurangi akibat buruk tersebut? Apa langkah perbaikan yang bisa diambil/apa saja langkah selanjutnya sehubungan dengan konsekuensi keputusan di atas?
5. Berilah batasan yang jelas dalam menilai suatu situasi
6. Lengkapilah diri dengan persiapan data sebanyak mungkin
7. Turutilah suara hati Anda
8. Kalau mungkin, ambilllah keputusan secara bertahap
Bila Anda ingin membeli sesuatu cobalah untuk meminjam dulu pada orang lain, untuk mengetahui apakah Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut/apakah merk barang tersebut benar-benar bagus kualitasnya (sesuai keinginan Anda)
9. Tentukanlah batas terakhir saat mengambil keputusan dan taatilah
Adalah jauh lebih baik mengambil keputusan (walaupun pada akhirnya terbukti salah), daripada tidak mengambil keputusan sama sekali. Dari kesalahan-kesalahan tersebut kita bisa mengambil pelajaran untuk menuju kepada langkah-langkah baru (dan keputusan-keputusan baru yang lebih baik). Prediksi apa resiko terburuk jika keputusan kita salah. Jika kita sanggup untuk menghadapi resiko terburuk tersebut maka lakukanlah. Terjunlah secara penuh untuk lebih meningkatkan prosentase keberhasilan dari setiap keputusan yang kita ambil. Ingat, jangan setengah-setengah karena hidup kita adalah taruhannya!

MENGUBAH TAKUT MENJADI BERANI


Mempunyai rasa takut adalah hal yang normal. Tuhan menganugerahkan rasa takut kepada manusia adalah agar manusia mempunyai suatu bentuk pertahanan diri terhadap bahaya. Rasa takut ini menjadi tidak wajar apabila dimiliki secara berlebihan/takut pada hal-hal yang tidak pada tempatnya.
Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan (QS. Al Baqarah). Rasa takut ini banyak macamnya, salah satunya adalah TAKUT TERHADAP BAYANGAN. Contohnya, jemuran pakaian dikira hantu, takut pada dosen killer dan sebagainya. Cara mengatasi takut jenis ini adalah dengan mengenal dan mengamati dari dekat apa yang ditakutinya tersebut. Rasa takut yang kedua adalah TAKUT KARENA TIDAK ADA PEMBANDING. Contohnya, atap rumah pak Amir bocor tetapi pak Amir tidak berani naik untuk memperbaiki, tidak punya uang, dan tidak menemukan seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Atap yang bocor ini menyebabkan barang-barang di rumahnya banyak yang rusak. Akhirnya pak Amir nekad memperbaiki atapnya sendiri. Contoh lainnya adalah takut berperang (jihad). Bagaimana nanti jika dia mati? Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkannya dsb? Jika melihat kepada ganjarannya, maka jika mujahid itu mati maka akan mendapat tempat yang baik di sisi Allah. Begitu pun dengan keluarga yang ditinggalkannya. Kalau orang tersebut mengetahui bahwa kepentingan umat adalah lebih besar dan lebih utama dibanding kepentingan pribadi maupun keluarga maka orang tersebut dapat lebih mempunyai keberanian diri. Rasa takut berikutnya adalah TAKUT YANG NORMAL. Contohnya takut terhadap binatang buas, takut menggunakan jarum yang terinfeksi HIV, dan sebagainya. Rasa takut yang keempat, yang sekaligus merupakan rasa takut yang utama adalah TAKUT KEPADA ALLAH. Dengan memiliki rasa takut yang besar kepada Allah kita akan menjadi orang yang paling berani. Kita meyakini bahwa Allah itu ada dan selalu melihat dan mengamati gerak-gerik kita, Allah akan mematikan kita suatu saat nanti dsb. Maka tiada yang lebih kita takuti selain Allah.

Memberi judul dengan bahasa indonesia


Saya geli membaca ada grup di facebook yang bernama “Jadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional”. Mungkinkah? Kalaupun mungkin saya kira tidak untuk saat ini. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional saja masih kurang berhasil, bagaimana bisa kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional? Di dalam pergaulan sehari-hari saja orang-orang Indonesia menggunakan bahasa campuran, kadang campur bahasa Inggris, campur bahasa daerah, maupun bahasa gaul. Bahkan di dalam situasi resmi, orang-orang lebih suka menggunakan bahasa Inggris, terlihat lebih keren mungkin bagi mereka. Apalagi jika hal tersebut dilakukan oleh pemerintah/petinggi-petinggi di negara kita. Atau terkadang ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia tetapi bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lalu apa artinya kita menggembar-gemborkan untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia? Apalagi berusaha menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
Kembali kepada pokok bahasan, saya membaca pula di dinding facebook saya ada sebuah penerbit yang bertanya tentang dua buah judul yang dibuatnya, mana yang lebih baik, yang satu memakai bahasa Indonesia dan yang lain memakai bahasa Inggris. Ternyata kebanyakan para komentator memilih judul yang berbahasa Inggris. Menurut mereka judul yang berbahasa Inggris lebih keren, menarik, menjual, dan isinya terlhat seperti lebih bermutu/berkelas. Mengapa? Sudah hilangkah rasa cinta dan bangga berbahasa Indonesia? Bahasa kita sendiri. Di manakah nasionalisme kita selama ini? Lalu apa gunanya kita memperingati hari Sumpah Pemuda tanpa adanya suatu tindakan nyata rasa cinta dan bangga tersebut di dalam kehidupan kita? Ini seperti hal remeh tetapi sebenarnya bahasa Indonesia adalah salah satu identitas dari bangsa Indonesia. Saya teringat dengan dosen saya, ketika saya mengerjakan skripsi dulu beliau pernah mengatakan, “Selama bisa menggunakan bahasa Indonesia gunakanlah bahasa Indonesia.”
Mari kita memasyarakatkan kembali bahasa Indonesia, mulai dari hal-hal yang terlihat sepele. Mengetahui dan menguasai bahasa lain itu penting tetapi jangan sampai mengurangi rasa cinta dan bangga kita akan bahasa sendiri, yaitu bahasa Indonesia.

Selasa, 29 Desember 2009

terataiku pergi

TERATAIKU PERGI


terataiku pergi membawa luka
dia yang kupuja,
yang selalu elok di hatiku
mengapa tega
bertahun aku dalam harap
menyisakan sesal yang tak terperi
tak terungkap walau dalam air mata
pergi di dalam kehampaan
meninggalkan aku sendiri
tepekur dalam rasa tak percaya
namun mengapa hati ini tak mampu untuk membenci
hanya sakiit, sakiiit sekali
kini aku sendiri
tak tahu akan kujawab apa tanya nya
tak ingin kau berseteru dengannya
suratan takdir tak dapat diduga
entah mengapa,
sedari dulu tak kupercaya kata hatiku
kini salah siapa?
ingin kutelan sendiri semua
sebab, empati orang akan menambah luka
serasa baru kemarin kau datang
buah tanganmu pun masih ada
mengapa begini?
mengapa harus begini?
aku menolak takdirku hanya untuk mengagumimu
memaksa menyelam ke tengah danau
walau aku tak bisa berenang atau bersampan
kini aku benar-benar tenggelam
dan membeku dalam air danau yang dingin
sedingin teratai di dalamnya

Sabtu, 28 November 2009

shaf dan sajadah besar

SHAF DAN SAJADAH BESAR
Meluruskan dan merapatkan shaf merupakan keutamaan daripada sholat, oleh karena itu tak jarang sebelum sholat imam mengingatkan para jamaah untuk melakukanhal tersebut. namun, seringkali kita jumpai para jamaah yang menggunakan sajadah besar. kadang jumlahnya sedikit, kadang banyak. yang menurut saya tidak hemat tempat, membuat shaf berlubang (tidak rapat) dan terlihat seakan-akan tidak akur. Masjid yang seharusnya bisa diisi lebih banyak jamaah menjadi tidak semaksimal yang seharusnya. dan lagi, shaf yang tidak rapat itu konon katanya akan diisi setan. 
Saya pernah sholat berjamaah di salah satu masjid di Surabaya. Di sana tidak digunakan sajadah tetapi kain putih dan ada orang yang seringkali mengatur shaf agar lurus dan rapat. hal ini baik sekali menurut saya untuk menghindari terjadinya lubang pada shaf. Jika tidak demikian, sesuaikanlah ukuran sajadah dengan ukuran tubuh kita untuk mendapatkan keutamaan daripada sholat.

Rabu, 18 November 2009

puisi tulus

Tulus

rupa bisa menipu, kata bisa menipu
takkan dapat melukiskan apa yang ada di dalam kalbu
jangan pernah engkau menerka
apa yang ada di hatinya
apa pula yang ada dalam pikirannya
karena yang terpenting adalah
kasih tulusmu kan tersampaikan pada dirinya
kebaikan akan selalu abadi
tak peduli dia mencinta atau membenci
membalas, atau malah menyakiti
darinya atau dari yang lain
selalu akan ada balas yang adil

puisiku

JUJURLAH

di dalam hati tersimpan rapi
jelas terlihat di pelupuk mata
raut wajah takkan berdusta
seakan-akan ia tahu segalanya
bibir bisa katakan tidak
mata katakan yang sebenarnya
perasaan yang teringkari
hati yang akan meronta-ronta