Jumat, 19 Juni 2015

Tips Menabung Ala Aku

Tidak semua orang pandai mengelola keuangan. Ada orang yang sangat susah menabung. Pada tipe seperti ini berapapun uang yang dimilikinya bisa habis begitu saja. Untuk bisa menabung dimulai dari berhemat dan cermat di dalam mengelola anggaran.

Nah, ini adalah tips hemat ala aku:
1.    Sesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan.

2.    Buat skala prioritas.

3.    Tentukan pos-posnya
Tentukan pos-posnya apa saja berikut prosentase dari pendapatan Anda untuk masing-masing pos tersebut. Pos-pos yang dimaksud misalnya belanja makanan, tagihan-tagihan, pos pengembangan diri, pos hiburan, pos silaturahim, pos kebutuhan pengeluaran besar di masa mendatang (misalnya pendidikan, kelahiran anak, haji, dan sebagainya), pos kesehatan, pos sedekah (dan atau zakat), pos tak terduga, dan sebagainya (Anda bisa menyesuaikan pos-pos ini sesuai kondisi Anda sendiri). Setelah selesai, segera pisahkan uang sesuai pos-posnya itu.

4.    Persiapkan dana tak terduga.

5.    Belanja sesuai check list.

6.    Hindari ajakan pergi yang tidak perlu.
Pergi di sini adalah pergi yang mengeluarkan uang atau berpotensi mengeluarkan uang.

7.    Buwuh / memberi dalam kegiatan sosial sesuai kemampuan.

8.    Hindari mengikuti banyak arisan / arisan yang tidak perlu.



9.    Jika tiba-tiba ingin berinvestasi maka hitung dengan teliti segalanya.
Investasi apa, berapa dana yang dibutuhkan, kapan kira-kira modal bisa kembali, berapa lama laba baru akan diperoleh, bagaimana jika kemungkinan modal tidak kembali atau bahkan hilang, dsb. Meski keuangan usaha sudah dipisahkan dengan keuangan pribadi bagi yang dananya terbatas tentu membuka usaha membuat keuangan pribadi tak bisa seperti semula.

10.    Substitusi
Ganti dengan yang biayanya lebih murah, misal uang Anda terbatas namun membutuhkan sepatu baru, maka turunkan standarnya dan carilah yang lebih murah namun tetap berkualitas baik.

11.    Hemat energi.
Ini akan mengurangi pengeluaran bulanan seperti listrik dan air. Untuk kendaraan ketahui pula cara agar hemat energi bagi masing-masing kendaraan tersebut.

12.    Pilih yang lebih ekonomis dan kualitasnya baik, namun sesuai keperluan / situasi.
Misalnya ada beberapa cara untuk mencapai tempat tertentu. Untuk mencapai rute 1 dibutuhkan ongkos kendaraan 15 ribu, sedangkan rute 2 dibutuhkan ongkos hanya 10 ribu, maka gunakan rute 2. Juga tentang kendaraannya. Misal, untuk mencapai tempat A, naik lyn membutuhkan biaya 5 ribu, sedangkan becak 10 ribu, maka gunakan lyn. Contoh lain adalah tentang rumah sakit, obat generik dan non generik, dan masih banyak contoh lainnya.

13.    Online atau offline?
Sebelum membeli barang terkadang saya mempertimbangkan dulu untuk membeli melalui online atau offline. Pada keduanya tentu saja ada plus minusnya, tetapi salah satu pertimbangan di sini adalah mengenai harga total yang harus dibayar. Di daerah saya transportasi sangat sulit dan mahal, sekali keluar ongkosnya bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Hal ini menjadi kendala yang sangat besar terutama karena saya tidak bisa naik motor, jadi kemana-mana ketergantungan dengan transportasi umum. Untuk menyiasatinya saya membandingkan harga online dan offline. Harga online saya bandingkan antara satu toko dengan toko yang lain, sekaligus dihitung juga ongkir dan bea transfernya, serta ada atau tidak barang di toko yang sama yang hendak dibeli. Produk dengan biaya total termurah itulah yang kemungkinan akan saya ambil.

14.    Utang, kredit, atau tunai?
Saya pribadi lebih suka tunai dan benci utang / kredit. Harga tunai biasanya lebih murah. Tunda dulu membeli barang tersebut sampai uang Anda cukup untuk membelinya.

15.    Manfaatkan momen atau waktu tertentu di mana membeli barang tertentu bisa lebih murah (bahkan sangat murah), jika tidak mendesak. Ada yang menerapkan diskon pada even tertentu, diskon malam hari, cuci gudang, pembukaan toko baru, dan semacamnya.

16.    Di internet banyak sekali korban PHP customer, penjual / toko yang kurang pandai menjual barangnya, serta toko yang hendak tutup sehingga barangnya dijual semua. Hal ini menyebabkan satu atau lebih barang biasanya dijual murah atau bahkan dilelang. Belilah jika Anda memang membutuhkannya.

17.    Pertimbangkan membeli partai atau paket jika harganya menjadi lebih murah dan memang benar-benar butuh.

18.    Terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) jika memungkinkan.
Jika Anda kreatif dan telaten serta pandai memasarkan siapa tahu kegiatan ini bisa menjadi penghasilan tambahan bagi Anda.

19.    Hidup hemat secara wajar (tidak pelit).

20.    Bandingkan sesuai keuntungan dan kegunaannya.
Misalnya menggunakan jasa tukang borongan atau harian; memilih menyewa/mengontrak rumah, kos, membeli tanah (lalu membangun sendiri rumahnya), membeli rumah orang (sudah jadi), atau membeli rumah sendiri (yang benar-benar baru); memasak sendiri untuk arisan atau membeli langsung jadi, dan sebagainya. Selalu hitung dengan teliti untung ruginya.

21.    Membawa bekal ke tempat kerja.

22.    Jika tempat kerja jauh bisa mempertimbangkan untuk kos, kontrak, atau tinggal di mess kantor.

23.    Perhatikan desain rumah, terutama terkait dengan pencahayaan dan keluar masuknya udara.
Jika desain rumah Anda kurang baik, Anda bisa terus “main lampu” meski siang hari dan juga “main AC atau kipas angin”. Ini sedikit banyak akan mempengaruhi pengeluaran bulanan Anda.

24.    Barang bekas layak pakai
Jika membeli barang baru terlalu mahal, membeli barang bekas layak pakai sepertinya oke juga.

25.    Cari even free sample, jika ada.
Di internet ada website tertentu yang menyediakan free sample semacam ini. Ada pula yang hanya butuh membayar ongkirnya (samplenya gratis). Jika ongkir lebih murah daripada harga produk tersebut (jika Anda membeli sendiri) dan Anda memang membutuhkan barang itu, maka tidak ada salahnya untuk dicoba.

Setelah Anda bisa berhemat / cermat di dalam mengelola anggaran, kini saatnya menabung. Tempatnya sesuka Anda, bisa di bank, rumah, atau lainnya. Memiliki tabungan membuat kita lebih aman di dalam menata masa depan.

Tips-tips di atas adalah tips menabung ala aku. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai pengelolaan finansial coba kunjungi cermati.com. Pada website tersebut banyak terdapat artikel keuangan yang akan membantu Anda di dalam hal ini.



Namun, perlu untuk diperhatikan bahwa tidak semua kekurangan anggaran itu disebabkan karena orang tersebut kurang bisa berhemat, menabung, atau mengelola keuangan. Kasus-kasus tertentu ada yang masalahnya terdapat pada pendapatan itu sendiri. Jadi, di dalam hal ini solusi bagi mereka tidak lain dan tidak bukan hanyalah menambah sumber pendapatan.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

8 komentar:

  1. Waaah banyak banget mba tipsnya, keren (y) Saya juga ikutan tips cermati, barangkali mba mau tambahan tips bisa kunjungin ==> http://amyzetmaukar.blogspot.com/2015/06/tips-menabung-saldo-awal-hanya-5000.html <== Terimakasih banyak mba ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak sudah mampir. Ikutan juga ya?
      Siap meluncur :)

      Hapus
  2. wah memang harus begitu...

    BalasHapus
  3. tipsnya komplit niiih...dan memang harus pandai-pandai mengatur yaa..

    BalasHapus
  4. Satu lagi mbak.. Pintar2 pilih tabungan/produk bank. Misalnya kartu kredit atau internet banking, pastijan tahu plus minus sblm menentukan pilihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja tidak dicantumkan karena memang tidak sepaham.
      Memang kenapa dengan internet banking? Apakah ada yang bayar mahal?

      Hapus